JEJAK DI PAPAN TULIS
Oleh: Gustap Elias, S.Pd.Gr
Di balik senyap ruang kelas,
aku melukis mimpi di atas papan tulis,
dengan kapur yang perlahan habis,
seperti waktuku, yang tiap hari kutitipkan untuk mereka.
Tak selalu indah kisahnya,
ada tanya yang tak terjawab,
ada raut lelah yang kupendam,
saat suara tak didengar, saat ilmu terasa tak sampai.
Namun setiap mata yang berbinar,
adalah cahaya yang menuntunku bertahan,
setiap tanya polos yang dilontarkan,
adalah nyala baru dalam batinku yang hampir padam.
Kupelajari lagi tentang sabar dari murid yang tak menyerah,
kupahami lagi arti kasih dari anak yang datang hanya untuk berkata:
"Bu, saya paham sekarang."
Dan dunia pun terasa lebih luas dari sekadar ruang kelas ini.
Aku bukan pemilik segalanya,
tapi aku pernah memberi sesuatu:
waktu, pengetahuan, semangat,
dan cinta yang tak pernah minta kembali.
Jika suatu hari mereka lupa namaku,
biarlah…
Asal mereka mengingat pelajaran tentang hidup,
yang dulu kubisikkan di antara deret angka dan aksara.
Aku bukan pahlawan,
aku hanya seseorang yang pernah berdiri di depan,
mengajar bukan hanya untuk hari ini,
tapi untuk masa depan yang tak akan kutinggali.
"Karena guru sejati bukan sekadar mengajar,
tapi menanam jejak di hati yang tak lekang oleh waktu."